BogorToday.id – Kemarahan puluhan warga, khususnya para ibu, akhirnya memuncak. Mereka beramai-ramai mendatangi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, pada Jumat sore. Kedatangan mereka bukan tanpa alasan menu makanan yang diterima anak-anak mereka di sekolah dinilai jauh dari kata layak dan bergizi. Para orang tua mempermasalahkan isi paket makan yang hanya terdiri dari tiga buah kurma, empat buah lengkeng, satu potong roti, dan satu botol kecil jelly. Selain porsi yang dianggap tidak mencukupi kebutuhan gizi anak, produk roti dan minuman jelly yang dibagikan juga tidak mencantumkan merek, komposisi bahan, maupun tanggal kedaluwarsa memicu kekhawatiran serius soal keamanan pangan. “Anak-anak kami butuh makanan bergizi, bukan sekadar camilan. Ini program pemerintah, harusnya standarnya jelas,” ungkap salah satu warga yang hadir dalam aksi tersebut. Pihak pengelola dapur SPPG yang didatangi warga menyatakan akan menindaklanjuti keluhan tersebut dan berkomitmen untuk memperbaiki kualitas serta standar kebersihan menu yang disajikan ke depannya. Kejadian ini menjadi sorotan publik luas dan menambah deretan kritik terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan, di tengah harapan besar masyarakat agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi generasi muda Indonesia. Post navigation Banjir Lumpur dan Batu Terjang Ciapus Tamansari, Warga Bogor Diminta Waspada